Tuesday, December 29, 2009

the only place to talk

maaf yaa baru posting lagii hehe belum kepikiran mau posting tentang apa soalnya :))

berita ini gak terlalu panas, gak terlalu dingin juga (basi maksudnya) tapi menyita perhatian publik.
semua masyarakat Indonesia (sebagian besar tentunya) pasti kenal dengan sosok cantik Luna Maya. seorang artis, model, dan juga pengusaha yang bisa dibilang cukup sukses. sosoknya sedang hangat dibicarakan karena update statusnya di account twitter beberapa waktu lalu. status itu berisi tentang rasa kesalnya terhadap infotainment. dan kini masalah tersebut sedang dibawa ke polisi untuk diselidiki. jika terbukti bersalah, luna maya akan menghadapi tuntutan  yang sama dengan ibu Prita yang baru hari ini dinyatakan BEBAS :).

hemm...sepertinya kita sudah gak punya lagi ruang buat berbicara ya, padahal negara kita negara bebas. termasuk bebas berbicara dan mengeluarkan pendapat. pendapat itu sendiri kan ada yang bagus..ada yang jelek. yang bagus bisa jadi terlallu gombaaal..yang jelek bisa terdengar kasar. itulah pendapat.

kalau kita membicarakan pendapat kita di dunia nyata, kadang-kadang suka hemm sulit diungkapkan dengan kata-kata. seringkali lebih nyaman kalau memberikan pendapat maupun bercerita lewat dunia maya. bisa jadi dengan identitas asli maupun identitas palsu agak gak ketahuan orang lain. di Internet pun banyak banget tempat atau sarana menyampaikan unek-unek kita. mulai dari facebook, blogger, tumblr, twitter, sampai lewat e-mail yang lebih pribadi. tapi kok sekarang gak dunia nyata, dunia maya..semuanya jadi gak nyaman lagi buat menyampaikan perasaan?! huff

let's see...luna maya curhat singkat dengan 140 karakter langsung jadi masalah yang besar banget. padahal kalau buat gw sendiri, hal itu biasa aja. yaa mungkin karena artis jadi hal tersebut jadi sensasi besar. wajar buat seorang artis. tapi, apakah wajar kalau masalah tersebut sampai ke pak polisi? sedangkan pak polisi masih punya banyak kerjaan lain? <------ ngutip salah satu nara sumber pada salah satu talkshow di salah satu stasiun tv swasta.

kalau di twitter, jika merasa kesal kan bisa saling mention (@) atau me retweet (RT). buat gw sih, kalau masalah itu dimulai di twitter, coba selesaikan di twitter dengan baik-baik juga. atau bisa juga langsung ketemuan. emang siih isi status luna maya tersebut emang terdengar kasar..well emang kasar. tapi gw yakin dia bener-bener lagi depresi atau kelelahan makannya dia nulis seperti itu.

di satu sisi, gw sangat menyayangkan sika luna maya yang menghapus account twitternya. harusnya dia bisa bertanggung jawab atas status yang ia tulis tersebut.

enough soal contoh. sekarang back to the topic. lalu, dimana lagi kita bisa mencurahkan perasaan? sahabar? kadang kala susah banget mencari orang yang benar-benar bisa menerima curhatan kita. bisa jadi orang itu sedang PMS, atau memang bukan pendengar yang baik. kadang juga kita gak bisa mengungkapkan kata-kata secara lisan, cuma bisa lewat tulisan. yaa satu-satunya tempat terakhir untuk bercerita yaa di dunia maya. tapi kalau dunia maya kita malah jadi tersiksa? dimana lagi kita bicara? mungkinkah suatu saat kita tidak lagi bisa berpendapat dan hanya bisa meng-iya kan?

bagaimana pendapat anda?

No comments:

Post a Comment